Susu Pasteurisasi dan Susu UHT. Apa bedanya?

Hallo #sundaemate. Kita semua tahu bahwa susu sapi merupakan tambahan nutrisi pada tubuh kita. Susu dikenal memiliki berbagai manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjaga kesehatan tulang. Agar susu dapat disajikan dan dikonsumsi, susu harus melewati proses sterilisasi yang panjang. Adapun produk yang sering ditemui dipasar yaitu Susu Pasteurisasi dan Susu UHT (Ultra High Temperature). Ternyata dari kedua susu itu memiliki perbedaan yang sangat mendasar pada pemrosesannya. Lalu apa saja perbedaannya? Berikut penjelasannya.

1.       Proses Pengolahan

                 Susu Pasteurisasi dilakukan dengan pemanasan pada suhu 72-85 derajat Celcius selama 10-15 detik, sedangkan Susu UHT dipanaskan dengan suhu tinggi yaitu pada 135-145 derajat celcius selama 2-4 detik. Pemanasan menggunakan suhu tinggi tersebut memungkinkan susu sapi dapat aman dikonsumsi hingga 6 bulan, selama kemasan belum dibuka dan disimpan dengan baik.

2.       Sterilisasi Bakteri

Menurut Laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Amerika Serikat atau U.S Food and Drug Administration, susu murni (susu yang belum melalui proses pengolahan) membawa bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli dan Listeria. Bakteri tersebut dapat berisiko menyebabkan penyakit bagi tubuh. Proses Pasteurisasi dapat membunuh bakteri berbahaya tersebut, namun tetap menyisakan bakteri non-patogen yang dapat merusak susu. Sedangkan Proses Ultra High Temperature (UHT) secara efektif dapat membunuh seluruh bakteri pada susu. Namun, proses ini dapat menyebabkan perubahan rasa pada susu yang kita minum. 

3.       Denaturasi Protein

Salah satu masalah yang muncul pada Susu UHT adalah adanya denaturasi protein dalam susu, atau dalam kata lain kandungan protein mengalami perubahan dan menjadi lebih rendah dibadingkan dengan Susu Pasteurisasi. Selain itu, kalsium pada Susu UHT menjadi bersifat tidak larut yang akan menyebabkan kalsum akan sulit diserap oleh tubuh setelah disterilisasi dengan suhu tinggi. 

4.       Kandungan Nutrisi

Proses pemanasan atau sterilisasi menyebabkan hilangnya nutrisi ringan dalam susu. Jurnal Universitas Minnesota menyebutkan bahwa Susu Pasteurisasi kehilangan 3-4 persen tiamin (vitamin B1), kurang dari 5 persen vitamin E, dan kurang dari 10 persen biotin (vitamin B7) selama proses pemanasan. Sedangkan pada Susu UHT, penurunan kandungan nutrisi bahkan lebih tinggi, namun memberikan umur simpan susu kemasan lebih lama. (Olsa Pratama, 2022)

  Chat to WhatsApp